The Little World

Ternyata kamu benar bahwa pada akhirnya kita akan sendiri.

teman, atau Sahabat yang ada sekarang tidak akan ada untuk selamanya

tapi disini sangat sepi…..

bagaimana kau bisa bertahan waktu itu?

"My Favorite Dialogue"

Saya : ” … Bla..Bla…..

Mr. R : ” Jadi…tinggal di hubungkan saja… Blaa..bla..”

Saya : Iya Pak (titik)

5 Detik Kemudian

Mr. R : Blajar2 Lagi Psikologi….

Saya : ……(Ha..buat apa? satu smester sdh cukup pak)

Mr. R : Nanti kamu bantu saya ngajar smester 1. (Senyum secukupnya, tapi tetap manis)

Saya : …..Eh iya Pak (titik). *Pak, apa Maksudnya….(HMmm sok polos)

Mr. R : Absen...

Me : Iya Pak.

My Friend : Hi, Absen

Me : -____-'

Pak, apakah ini tidak terlalu dini untuk saya mahasiswa yang baru masuk tahun kemarin.

kenapa bukan semster 4 atau smester 6. yah..dibanding saya mereka lebih berilmu dan lebih tau.

tapi terima kasih pak karna telah memberi kesempatan

dan telah percaya

bertahan untuk tetap konstan…

tetap berkomitmen dengan terget awal…

menjadi standar untuk yang lain..

ya..sedikit melelahkan.

seandainya hati dan pikiran saya adalah mesin

sehingga tidak pernah merasa bosan mengerjakan hal yang sama.

bisa dikontrol dalam kondisi apapun…

but i’m not michine…

it feel stuck in this horrible situation.

losing…something i don’t know what it is

passion,down in level 50%….

kalau ada yang bilang “ikuti saja arus”. tidak, saya tidak sependapat, itu artinya pasrah dan tak ada perjuangan. di awal saya sangat percaya dengan dua hal yaitu usaha dan doa.

hingga saat ini masih percaya, hanya saja seperti ada hal dalam pikiran saya untuk mengambaikan kedua hal ini. menyalahkan lingkungan yang sangat tidak mendukung untuk tetap termotivasi, itu sangat tidak profesional.

seperti kehilangan arah…

entah karena sudah meraih target jangka pendek, atau sudah mulai menyerah dengan keadaan.

efek kompetisi waktu itu sudah mulai hilang.

dia yang saya jadikan standar sudah tidak terlihat lagi.

mungkin karena dia sudah berjalan teralu jauh, sehingga jarak penglihatan saya sudah tidak bisa menjangkaunya.

hujan yang terlalu deras disini membuat penglihatan saya kabur.

awalnya saya berusaha untuk tetap menjaga jarak

tetapi, ada banyak titik-titik air yang jatuh lebih banyak dari biasanya sehingga drinya sudah tidak terlihat.

jangankan dirinya yang sudah tidak terlihat

sekarang saya bingung memilih jalan yang telah direncanakan diawal

Bertahan itu susah..

mungkin kemarin itu terlalu indah, jadi susah untukĀ  berada di saat ini. nanti juga terbisa, belum ada kan orang mati karna kesepian. masalanya kita tidak akan menemukan orang yangg sama, waktu yang sama di masa depan, dan perasaan yang sama jika orang-orangnya saja tidak sama

mereka satu-satunya di dunia ini.

pokoknya saya harus bisa…

tenang saja…saya masih menyukai anda *he..he..he